Enjoy The Blog

menyenangkan membaca blog, selain mendapat ilmu juga sebagai media refresing.

Bimbingan dan Konseling

semua tentang bercerita dan saling berbagi cerita.

Bullying

Mengenal lebih jauh bullying.

MANAJEMEN STRESS

Manajemen Stress dan Kiat-kiat agar tidak stress.

Rabu, 10 Juni 2020

MANAJEMEN STRESS


Manajemen Stress


Pengertian Manajemen Stress

Manajemen stress merupakan suatu kemampuan menggunakan sumber daya dengan efektif dalam mengatasi ganguan atau kekacauan mental dan emosional yang timbul karena tanggapan atau respon. Memanajemen stress bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup sesoerang agar menjadi lebih baik.

Pengertian Stress adalah suatu tanggapan atau respon seseorang pada kondisi yang diterima seseorang sebagai suatu tantangan atau ancaman posisinya. Orang yang mengalami stress pada umumnya merasakan khawatir, tekanan, letih, ketakutan, elated, depresi, cemas dan marah. Ada tiga aspek gangguan seseorang mengalami stress. Yakni gangguan dari aspek fisik, aspek pemikiran atau kognitif dan aspek emosi.

Penyebab Stress
Hal-hal yang membuat stress disebut dengan stressor. Ancaman, peristiwa atau berubah adalah yang membuat stress. Ada dua penyebab seseorang mengalami stress, yaitu:
  • External Stressors
Kondisi ruangan seperti kebisingan, cahaya yang berlebih, dan suhu udara yang panas dan keadaan ruangan yang sempit.

Social Interation seperti mengalami perlakuan yang kasar, korban sikap yang berkuasa, menerima perlakuan yang agresif dari orang lain dan mengalami kekerasan.
Organisational seperti kondisi organisasi yang bisa membuat muncul stress yaitu terdapat peraturan yang terlalu red tape, dan tekanan date line yang harus dipenuhi.
Peristiwa penting dalam hidup seperti kelahiran, kematian, kehilangan pekerjaan, promosi, dan berubahnya status perkawinan.
Kecerobohan aktivitas sehari-hari, seperti keseharian bepergian dengan jarah jauh, lupa menyimpan kunci dan rusaknya alat-alat atau mesin.

  • Internal Stressors
Stressors internal bisa dikarenakan terdapat pemilihan dari gaya hidup yang diikuti seperti kecanduan minum-minuman yang memiliki kandungan kafein, berkurangnya tidur, dan jadwal yang selalu padat.
Pembicaraan pribadi yang negatif, hal ini bisa muncul dengan tanda pemikiran yang pesimis, sering mengkritik diri sendiri dan menjalankan analisis yang berlebih.
Jebakan fikiran seperti mengharapkan yang tidak kunjung terwujud, terlalu banyak yang dipikirkan atau tidak berpikir sama sekali, atau berpikiran kaku.
Hambatan secara pribadi seperti terlalu sibuk kerja (workhaholic) atau terlalu menginginkan segala sesuatu menjadi sempurna (ingin terlihat perfeksionis).

  • Tingkatan Stress
  1. Eustress
Eustress merupakan stress positif yang terjadi pada saat tingkatan stress cukup tinggi untuk memotivasi supaya berperilaku untuk mendapatkan sesuatu. Eustress merupakan stress yang baik, yang memberikan keuntungan kesehatan seperti latihan fisik atau mendapatkan promosi.

   2. Distress

Distress atau stress negative terjadi pada saat tingkatan stress sangat tinggi atua sangat rendah dan tubuh serta pikiran mulai merespon penyebab stress dengan negatif. Distress di lain pihak adalah stress yang mengganggu kesehatan dan biasa membuat tidak seimbang antara tuntutan stress dan kemampuan untuk memenuhi tuntutan.
Dengan seperti itu penanganan stress bisa memberikan tingkat motivasi dan stimulus. Jika mempunyai kemampuan untuk memenuhi tuntutan lingkungan, kita bisa memakai stress dengan cara yang efektif.


Strategi Mengatasi Stress
Goliszek (2005) menyatakan terdapat usaha dalam memecahkan kebiasaan stress yang menjadikan kualitas hidup menjadi lebih baik yaitu:

Belajar tentang apa itu gila Mengenali gejalan stress yang ada dalam diri Merubah pola tingkah laku Memanfaatkan serangkaian cara dan relaksasi dari manajemen stress yang cepat dan sederhana.

Selain itu terdapat teknik manajemen stress seperti:
  • Signal Breath
  • Mendengarkan musik sebagai relaksasi
  • Visualisasi diri
  • Streching

Untuk mengurangi stress pada lingkungan bisa dengan mengorganisir lingkungan dengan baik dan menyenankan agar bisa membantu mengurangi stres serta membuat produktivitas meningkat. Sebagian orang yang mengalami stress membutuhkan lingkungan yang tenan tetapi orang lain membutuhkan lingkungan yang ramai dalam mengatasi stress.
Munandar, Robbins (2002) menyatakan bahwa terdapat dua cara dalam pengelolaan stress, yakni:

  • Pendekatan Individual
Seorang pegawai bisa menanggung tanggung jawab pribadi dalam mengurangi tingkat stressnya. Strategi individu yang sudah terbukti efektif meliputi menjalankan teknik-teknik manajemen waktu, melakukan latihan fisik, melatih relaksasi dan memperluas jaringan dukungan sosial.
  • Pendekatan Organisasional
Sebagian faktor yang membuat stress terutama tuntutan tugas dan peran dan juga struktru organisasi sudah dikendalikan oleh manajemen. Dengan begitu, faktor-faktor ini bisa dimodifikasi atau dirubah. Strategi yang sangat mungking dikehendaki oleh manajemen untuk menjadi pertimbangan antara lain memperbaiki seleksi personil dan dalam menempatkan kerja, pemakaian penetapakn tujuan yang realitstis, merencanakan ulang pekerjaan, meningkatkan terlibatnya karyawan, memperbaiki komunikasi organisasi dan menegakkan program kesejahteraan organisasi.



Enjoy The Blog

Selamat Datang di Blog Saya........

Saya berharap dengan adanya blog saya, dan dengan kunjungan ke blog saya, semoga bermanfaat untuk anda para pembaca, semoga nantinya blog saya nanti bisa memberikan banyak manfaat. dan pastinya semoga saya tetap selalu aktif untuk mengupdate blog saya.
Yah saya berharap nantinya para pembaca merasa enjoy ketika membaca blog, tentunya terkhusus murid-murid saya yang mengunjungi blog saya, semoga kalian menggambil banyak manfaat dari blog saya, dan bisa saling sharing mengenai materi yang saya share di blog ini.

Dibawah ini saya semangkat foto saya yang deng bacround lukisan yang sangat menyejukan mata dan jiwa, saya berharap ini juga akan berlaku ketika para pembaca mengunjungi dan membaca blog saya. semoga blog saya bermanfaat bagi kalian semua.😃

Blog yang menyenangkan


BULLYING

BULLYING


Pengertian Bullying adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan dengan cara melukai secara fisik, verbal atau emosional / psikologis oleh seseorang atau kelompok yang merasa lebih kuat kepada korban yang secara fisik atau mental lemah berulang kali tanpa perlawanan untuk membuat korban menderita.

Bullying-Adalah Istilah bullying sendiri berasal dari bahasa Inggris, yaitu “bull” yang berarti banteng. Secara etimologis kata “bully” berarti gertakan, seseorang yang mengganggu yang lemah. Penindasan dalam bahasa Indonesia disebut “menyakat” yang berarti mengusik, mengganggu, dan menghalangi orang lain (Wiyani, 2012).

Perilaku bullying melibatkan kekuasaan dan kekuatan yang tidak seimbang, sehingga korban berada dalam keadaan tidak mampu membela diri secara efektif terhadap tindakan negatif yang mereka terima.

bullying memiliki pengaruh jangka panjang dan jangka pendek pada korban bullying. Efek jangka pendek yang disebabkan oleh perilaku bullying tertekan karena penindasan, penurunan minat dalam melakukan tugas sekolah yang diberikan oleh guru, dan menurunnya minat untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Sementara konsekuensi jangka panjang dari penindasan ini seperti mengalami kesulitan dalam membangun hubungan baik dengan lawan jenis, selalu mengalami kecemasan akan mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari rekan-rekan mereka (Berthold dan Hoover, 2000).

Perilaku ini dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja, namun memang paling sering terjadi pada anak-anak. Menurut data KPAI pada tahun 2018, kasus bullying dan kekerasan fisik masih menjadi kasus yang mendominasi pada bidang pendidikan.

Kasus yang tercatat bukan hanya kasus siswa yang tercatat mem-bully siswa lain, tapi juga termasuk kasus siswa yang melakukan bully terhadap guru di sekolah. Kasus yang tercatat mungkin hanya sebagian kecil saja, karena masih banyak sekali pihak yang kurang mengerti atau bahkan tidak peduli.

Pengertian Bullying Menurut Para Ahli
1. Menurut Olweus (2005)
Bullying adalah tindakan atau perilaku agresif yang disengaja, yang dilakukan oleh sekelompok orang atau seseorang berulang kali dan dari waktu ke waktu kepada seorang korban yang tidak dapat mempertahankan dirinya dengan mudah atau sebagai penyalahgunaan kekuasaan / kekuatan sistematis.

2. Menurut Wicaksana (2008)
Bullying adalah kekerasan fisik dan psikologis jangka panjang yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok, terhadap seseorang yang tidak dapat membela diri dalam situasi di mana ada keinginan untuk menyakiti atau menakut-nakuti orang tersebut atau membuatnya murung.

3. Menurut Black and Jackson (2007)
Bullying adalah tipe perilaku agresif proaktif di mana ada aspek yang disengaja untuk mendominasi, menyakiti, atau menyingkirkan, ada ketidak seimbangan kekuatan baik secara fisik, usia, kemampuan kognitif, keterampilan, dan status sosial, dan dilakukan berulang kali oleh satu atau beberapa anak terhadap anak lain.

4. Menurut Sejiwa (2008)
Bullying adalah situasi di mana penyalahgunaan kekuatan / kekuatan fisik / mental dilakukan oleh seseorang / kelompok, dan dalam situasi ini korban tidak dapat membela atau membela diri.

5. Menurut Rigby (1994)
Bullying adalah keinginan untuk menyakiti yang ditunjukkan dalam tindakan langsung oleh seseorang atau kelompok yang lebih kuat, tidak bertanggung jawab, biasanya berulang-ulang, dan dilakukan dengan senang hati bertujuan untuk membuat korban menderita.

Jenis dan Bentuk bullying
1. Bullying verbal
Penindasan dalam bentuk verbal adalah penindasan yang paling sering dan mudah. Bullying biasanya merupakan awal dari perilaku bullying lainnya dan dapat menjadi langkah pertama menuju kekerasan lebih lanjut. Contoh-contoh penindasan verbal meliputi: nama panggilan, mencela, memfitnah, kritik kejam, penghinaan, pernyataan pelecehan seksual, teror, mengintimidasi surat, tuduhan palsu, tuduhan yang kejam dan salah, gosip, dll.

2. Bullying fisik
Penindasan paling mudah terlihat dan mudah diidentifikasi, tetapi insiden bullying secara fisik tidak sebesar penindasan dalam bentuk lain. Remaja yang secara teratur melakukan bullying dalam bentuk fisik sering menjadi remaja yang paling bermasalah dan cenderung pindah ke tindakan kriminal lebih lanjut.

Contoh-contoh intimidasi fisik adalah: memukul, menendang, menampar, mencekik, menggigit, menggaruk, meludah, merusak dan menghancurkan barang-barang milik anak yang tertindas, dan lainnya.

3. Bullying relasional
Bullying relasional dilakukan dengan memutuskan hubungan sosial seseorang dengan tujuan melemahkan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan, atau penghindaran. Penindasan dalam bentuk ini paling sulit dideteksi dari luar. Contoh-contoh bullying relasional adalah perilaku atau sikap tersembunyi seperti pandangan agresif, pandangan mata, mendesah, mencemooh, mencemooh tawa dan mengejek bahasa tubuh.

4. Bullying elektronik
Bullying elektronik adalah bentuk perilaku bullying oleh pelaku melalui sarana elektronik seperti komputer, telepon seluler, internet, situs web, ruang obrolan, email, SMS, dan sebagainya. Biasanya dimaksudkan untuk meneror korban menggunakan tulisan, animasi, gambar dan rekaman video atau film yang mengintimidasi, melukai atau menikung.


Selasa, 09 Juni 2020

About Bimbingan dan Konseling

Pengertian bimbingan dan konseling


Bimbingan dan Konseling merupakan terjemahan dari istilah guindance dan counselling dalam bahasa Ingris. Kata “guindance” berasal dari kata kerja to guide yang mempunyai arti “menunjukan, membimbing, menuntun, ataupun membantu” (Hallen 2005:2). Sesuai dengan  istilahnya  maka  bimbingan dapat diartikan secara umum sebagai bantuan dan tuntunan, namun tidak semua bantuan diartikan bimbingan.

Menurut  Shertzer  dan  Stone mengartikan bimbingan sebagai proses pemberian bantuan kepada individu agar mampu  memahami  diri  dan  lingkungannya.  Menurut  Rochman  Natawidjaja mengartikan bimbingan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu  yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya  individu  tersebut  dapat  memahami dirinya dan dapat  bertindak  secara wajar,  sesuai  dengan  tuntutan  dan  keadaan  lingkungan  sekolah,  keluarga, masyarakat, dan kehidupan pada umumnya.

Sementara, Winkel (2005:27) mendefenisikan bimbingan:
suatu usaha untuk  melengkapi  individu  dengan  pengetahuan,  pengalaman  dan  informasi tentang dirinya sendiri,
suatu cara untuk memberikan bantuan kepada individu untuk memahami dan mempergunakan secara efisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya,
sejenis pelayanan kepada individu-individu agar mereka dapat menentukan pilihan, menetapkan tujuan dengan tepat dan menyusun rencana yang realistis, sehingga mereka dapat menyesuaikan  diri dengan  memuaskan  diri dalam  lingkungan  dimana  mereka hidup,
suatu  proses  pemberian  bantuan  atau  pertolongan  kepada  individu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya sendiri. Bimbingan merupakan proses pemberian bantuan (arahan, masukan) terhadap seseorang.
Dari beberapa definisi para ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa bimbingan sama dengan pemberian bantuan kepada seseorang yang membutuhkan bantuan untuk membantu seseorang mengatasi masalahnya atau mengungkapkan kemampuan yang dimilikinya. Bimbingin diberikan oleh seorang ahli dibidangnya kepada orang yang membutuhkan bimbingan. Dan bimbingan juga dapat diartikan sebagai upaya pemberian bantuan kepada peserta didik dalam rangka mencapai perkembanganya yang optimal.

Bimbingan dapat diberikan kepada seseorang individu atau sekumpulan individu, ini berarti bahwa bimbingan dapat diberikan secara individual dan juga diberikan secara kelompok. Bimbingan diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan,  tanpa  memandang  umur  sehingga  baik  anak  maupun  orang dewasa, dengan demikian bimbingan ini sangat penting untuk membantu  para  konseli  yang  mengalami  masalah  agar  dapat  teratasi    secara optimal, sebab itu dibutuhkan pelayanan yang baik, menyenangkan, menarik, dan profesional.

Pengertian Konseling

Pengertian  konseling  secara  etimologis,  istilah  konseling  berasal  dari bahasa latin, yaitu “consilium” yang berarti dengan atau bersama yang dirangkai dengan menerima atau memahami. Sedangkan dalam bahasa Anglo-Saxon, istilah konseling berasal dari “sellan” yang berarti “menyerahkan”atau menyampaikan”.
Sebelumnya telah dijelaskan pengertian bimbingan selanjutnya akan dijelaskan pengertian konseling. Wagito, (dalam Aqib 2012:29) mengemukakan bahwa konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara, dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapi untuk mencapai kesejateraan hidupnya.

Tolbert, (dalam Prayitno dan Amti 2004:101). Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang.

Dengan melihat uraian tentang bimbingan dan konseling di atas, maka dapat dirumuskan tentang pengertian Bimbingan dan Konseling (BK) yaitu Serangkaian kegiatan berupa bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli pada konseling  dengan  cara  tatap  muka,  baik  secara  individu  atau  beberapa  orang dengan memberikan pengetahuan tambahan untuk mengatasi permalahan yang dialami oleh konseli, dengan cara terus menerus dan sistematis.














Materi BK Kelas IX

Materi bisa dilihat dibawah ini :




Materi BK Kelas VIII

Materi dapat dilihat dibawah ini:


     


Pelatihan Membuat Blog


Pelatihan membuat blog Lanjutan




Banyak kesan dan ilmu yang dapat di ambil dengan saya mengikuti pelatihan SAGUSABLOG  (Satu Guru Satu Blog) bersama Ikatan Guru Indonesia. Kepdepannya diharapkan agar kegiatan ini mampu meningkatkan kompetensi guru dibidang teknologi agar nanti nya guru guru indonesia tidak ketinggalan dengan perubahan zaman.



Pandemi Covid 19

Pandemi Korona virus 2019–2020 atau dikenal sebagai pandemi COVID-19 adalah peristiwa menyebarnya penyakit koronavirus 2019 (bahasa Inggris: coronavirus disease 2019, disingkat COVID-19) di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh koronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2.[1] Wabah COVID-19 pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada bulan Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020.[2] Hingga 23 April 2020, lebih dari 2.000.000 kasus COVID-19 telah dilaporkan di lebih dari 210 negara dan wilayah, mengakibatkan lebih dari 195,755 orang meninggal dunia dan lebih dari 781,109 orang sembuh.[3][4] Virus SARS-CoV-2 diduga menyebar di antara orang-orang terutama melalui percikan pernapasan (droplet) yang dihasilkan selama batuk.[5][6][7][8] Percikan ini juga dapat dihasilkan dari bersin dan pernapasan normal. Selain itu, virus dapat menyebar akibat menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajah seseorang.[7] Penyakit COVID-19 paling menular saat orang yang menderitanya memiliki gejala, meskipun penyebaran mungkin saja terjadi sebelum gejala muncul.[9] Periode waktu antara paparan virus dan munculnya gejala biasanya sekitar lima hari, tetapi dapat berkisar dari dua hingga empat belas hari.[8][10] Gejala umum di antaranya demam, batuk, dan sesak napas.[8][10] Komplikasi dapat berupa pneumonia dan penyakit pernapasan akut berat. Tidak ada vaksin atau pengobatan antivirus khusus untuk penyakit ini. Pengobatan primer yang diberikan berupa terapi simtomatik dan suportif. Langkah-langkah pencegahan yang direkomendasikan di antaranya mencuci tangan, menutup mulut saat batuk, menjaga jarak dari orang lain, serta pemantauan dan isolasi diri untuk orang yang mencurigai bahwa mereka terinfeksi.[7][8][11] Upaya untuk mencegah penyebaran virus termasuk pembatasan perjalanan, karantina, pemberlakuan jam malam, penundaan dan pembatalan acara, serta penutupan fasilitas. Upaya ini termasuk karantina Hubei, karantina nasional di Italia dan di tempat lain di Eropa, serta pemberlakuan jam malam di Tiongkok dan Korea Selatan,[12][13] [14] berbagai penutupan perbatasan negara atau pembatasan penumpang yang masuk,[15][16] penapisan di bandara dan stasiun kereta,[17] serta informasi perjalanan mengenai daerah dengan transmisi lokal.[18][19][20] [21][22] Sekolah dan universitas telah ditutup baik secara nasional atau lokal di lebih dari 124 negara dan memengaruhi lebih dari 1,2 miliar siswa.[23] Pandemi ini telah menyebabkan gangguan sosioekonomi global,[24] penundaan atau pembatalan acara olahraga dan budaya,[25] dan kekhawatiran luas tentang kekurangan persediaan barang yang mendorong pembelian panik.[26][27] Misinformasi dan teori konspirasi tentang virus telah menyebar secara daring,[28][29] dan telah terjadi insiden xenophobia dan rasisme terhadap orang Tiongkok dan orang-orang Asia Timur atau Asia Tenggara lainnya.[30]
Pandemi Korona Virus

Materi BK Kelas VII

Materi Kelas VII


Sabtu, 06 Juni 2020

Rekapan Hasil Pengerjaan Soal Psikotes

Hasil dapat dilihat dibawah ini :

MANAJEMEN STRESS

Pengertian Manajemen Stress Manajemen stress merupakan suatu kemampuan menggunakan sumber daya dengan efektif dalam mengatasi ganguan atau k...